Jangan Tinggalin Leli, Bundaaa !!
Aku hanya tinggal bersama bunda dan bi' Narmi, hanya bunda yang memberi kasih sayangnya setulus hati untukku. Dan ayahku?! Entalaaah saat ini aku gak tau ayah dimana. Aku gak pernah melihat sesosok pemimpin keluarga yang gagah dan tampan disamping bunda. Aku pun sempat berpikir APAKAH AKU INI ANAK HARAM ?!!! oh tentu tidak, bagiku bunda adalah sesosok malaikat dari surga dan gak mungkin ngelakuin hal seperti itu.
Aku sempat bertanya kepada bunda "Bunda apakah Leli punya ayah?". Bundapun menjawab "Tentu punya sayang, ayah Leli sungguh tampan." seraya memeluku. "Tapi ayah dimana, Bunda? Leli gak pernah melihatnya. Leli kangen ayah, Leli pingin tau setampan apakah ayah." Bundapun membelai pipiku dan berkata "Leli, ayah sedang bekerja di tempat yang jauh, cari uang buat Leli. Leli punya ayah kok." Bunda memelukku kembali, di pelukan bunda aku melihat sebutir air mata jatuh membasahi pipi bunda dan saat bunda mengetahui aku melihatnya, secepat mungkin bunda menyembunyikan itu semua dariku.
"Leli tidur sana, uda malem ! yuk bunda bacain dongeng." pinta bunda, akupun mengikuti bunda tanpa berkata-kata sambil terus memikirkan hal tadi.
Sesampainya di kamar akupun berbaring dan bunda membacakan dongeng untukku. Yah inilah kebiasaan bunda saat malam hari selalu membacakan dongeng untukku. Tapi terkadang bunda sering meninggalkanku, saat di rumah sakit ada pasien yang memelurkan pertolongan bunda, yups bundaku seorang dokter. Hebat bukan? :)
Sesudah dongeng selesai, bunda mengecup keningku dan meninggalkanku. Tapi kenapa malam ini aku tidak bisa tidur? Aku terus mikirin perkataan bunda tadi, apakah bunda hanya bohong padaku? Apa aku terlalu kecil untuk bisa mengerti perkataan bunda? Aaahh entalah, akhirnya akupun terlelap **
Hari ini hari pertama aku masuk sekolah dasar dan bi' Narmilah yang mengantarku pada hari pertama aku masuk sekolah. Bunda gak bisa mengantarku karna sejak pagi buta, bunda sudah berangkat ke rumah sakit.Apalagi Ayah !! Aku kan gak tau ayah dimana dan sesungguhnya pun aku gak tau AKU PUNYA AYAH ATAU TIDAAAAKKK :'( . Aku benci ayahku dan aku iri kepada semua orang yang punya keluarga lengkap !!
Kesedihanku pun sedikit terobati dengan teman baruku yang aku dapat di hari pertama masuk sekloah, sungguh menyenangkan ! Tanpa disangka temanku yang bernama Nina gak punya orangtua sama sekali, di sini aku bersyukur karna masih punya bunda yang sangat sayang padaku :)**
Matahari sudah bersembunyi di ufuk barat dan digantikan sinar bulan yang tidak begitu terang. Tapi Bunda tak kunjung pulang, aku menanti dan terus mengkhawatirkan bunda. YaAllah semoga tidak terjadi apa-apa dengan bunda !! Tak lama kemudian bundapun pulang dengan wajah yang lelah. dengan wajah yang lelah bunda tetap menyunggingkan senyuman termanis padaku.Seraya berkata "Leli mau bunda bacain dongeng buat nebus kesalahan bunda tadi pagi gak bisa nganterin Leli sekolah, ini dongeng baru looh.". Dengan wajah kegembiraan akupun langsung berkata 'He-eh' tanpa memikirkan wajah bunda yang sangat lelah.
Bunda belum selesai membacakan dongeng itu, handpone bunda berbunyi tanda telepon masu. Bundapun mengangkatnya, aku hanya diam melihat bunda sampai bunda mengakhiri teleponya.
"Leli, Bunda harus ke rumah sakit ada pasien yang membutuhkan bunda, maaf sayang." tutur bunda setelah mengakhiri percakapan di telepon.
"Yah bunda, gimana dongengnya? Leli kan masih penasaran." renggekku.
"Leli ada pasien yang membutuhkan bunda"
akupun tetap merengek
"Leli jangan nakal, nanti kan bisa dibcaain sama bi' Narmi !" sela bunda ditengah rengekanku
"Tapi aku pingin bunda yang membacakn dongeng itu untukku, aku cuma pingin bunda yang bacaain !!!" aku mulai menangis.
Bundapun berlutut di depanku sampai mataku dan mata bunda bertemu "sayang bunda janji setelah mengurus pasien, bunda akan segera pulang dan membacakan dongeng untuk Leli. Sekarang ada pasien yang lebih memerluka bantuan bunda. Bunda janji !" seraya tersenyum dan mengecup keningku.
Akhirnya aku terdiam dengan wajah yang sedikit kecewa, dan merelakan bunda pergi untuk mengurus pasien di rumah sakit. Bunda pun pergi di tengah kegelapan malam dengan mengendarai sedan merah seorang diri. **
Pgi hari pun tiba, aku tidak melihat adanya sosok bunda di dalam rumah. Dimana bunda? aku merindukan malaikat itu, aku ingin bunda membacakan dongeng yang di janjikan kemaren.10 menit kemudian bi' Narmi masuk rumah dengan tangis yang meldak-ledak di belakang bi' Narmi terdapat sesosok bunda yang sangat cantik yang sedang tertidur pulas digotong oleh sejumlah orang. Aku pun keluar rumah, bingung apa yang sebenarnya terjadi. dan di luar rumah aku melihat sedan merah milik bunda sudah berbentuk gak karuan !!
Bunda mengalami kecelakaan semalam :'( .
Kini bunda tidak berhasil menolong pasienya dan kini dongeng yang bunda janjikan untuk dibaca lagi kini hanya JANJI yang selamanya tidak akan terpenuhi. Dan tidak ada yang melanjutkanya, HANYA SEBUAH DONGENG YANG TIDAK ADA AKHIR !! seperti sayangnya bunda ke aku dan sayangku ke bunda !
Kini aku hanya sendiri tanpa ditemani dan merasakan kasih sayang dari Ayah dan Bunda LAGI :'( :'(
TUHAN AKU TERLALU KECIL UNTUK MENERIMA COBAAN INI !!!!

0 komentar:
Posting Komentar