Rabu, 25 September 2019


Knowledge Transfer merupakan berbagi pengetahuan dan informasi antara anggota yang berpartisipasi. Kriteria untuk penyelesaian transfer pengetahuan tergantung pada karakteristik pihak yang terlibat sebagai sumber dan penerima (Chang, Gong, & Peng, 2012). Pengetahuan yang diperoleh adalah informasi yang

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai knowledge sharing. Tahu kah kalian bahwasannya kegiatan knowledge sharing ini merupakan kegiatan utama dalam knowledge management, kegiatan knowledge sharing juga dapat digunakan sebagai manifestasi budaya suatu perusahaan karena merupakan kegiatan utama untuk menggerakkan kegiatan knowledge management dalam suatu organisasi. Pemenuhan informasi dapat diperoleh dengan

Rabu, 18 September 2019


Apasih artinya fokus pada kepuasan pelanggan? Yaitu sebuah upaya mempertahankan pelanggan dalam rangka menghadapi persaingan pasar. Apasih urgensi mempelajari hal tersebut? Karena

Halo temen-temen kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kualitas jasa. Tau nggak sih kalian apa sih pentingnya mempelajari ini Yup! Dengan ini kita bakal memenuhi kepuasan dari para pengguna dan mendapat loyalitas oleh para pelanggan kita. Mengapa kualitas perlu dipertahankan?

Minggu, 15 September 2019

Fenomena yang terjadi pada layanan jasa kerap kali pemilik jasa kurang memahami kebutuhan customer dan perilaku pengguna sehingga jasa ynag disediakan kurang maksimal. Terdapat tiga tahap konsumsi jasa yang harus dipahami oleh sebuah layanan jasa, yakni

Apasih pentingnya mengenal perilaku konsumen dalam bidang jasa? Oh justru penting, urgensi dari pembahasan topik ini adalah

Tau nggak kalian apa itu pengambilan keputusan di dalam tqm? Jadi pengambilan keputusan yaitu suatu proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai bentuk pemecahan masalah. Proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan beberapa langkah seperti :
Dalam Penangkapan pengetahuan kita harus menangkap kedua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan tacit yang baru ditangkap atau diperoleh, dan pengetahuan eksplisit yang telah ada diatur atau diberi kode. Menurut Nonaka (2004 dalam Kurniawati) ada dua tipe pengetahuan dalam diri manusia yaitu pengetahuan tacit (tacit knowledge) dan pengetahuan eksplisit (explicit knowledge). Polanyi (1966 dalam Kurniawati) pengetahuan tacit memiliki beberapa sifat antara lain yaitu; 1) tidak dapat dibagi 2) merupakan hal yang lebih banyak diketahui daripada disampaikan 3) seringkali terdiri dari kebiasaan-kebiasaan dan budaya yang tidak dapat ditentukan sendiri 4) tidak dapat dikodifikasi, hanya dapat dipidahkan atau diperoleh melalui pengalaman 5) menggambarkan fakta (know what) dan sains (know why) 6) melibatkan pembelajaran skill 7) terbentuk dalam kelompok dan hubungan organisasional, asumsi, nilai inti, keyakinan, sulit didefinisikan, disimpan, dihitung, dan dipetakan.
Groff dan Jones (1999 dalam Kurniawati) pengetahuan tacid pada diri perorangan menyatu dengan pengalaman individu tersebut dan tidak ada wujudnya kemudian ditambahkan lagi oleh Malhotara (2005 dalam Kurniawati)

Melihat dari sisi fungsi ekonomi jasa diterima oleh konsumen dengan cara deliver, dari karakteristiknya jasa merupakan produk yang bersifat intangible, dilihat berdasarkan atribut kunci maka jasa merupakan produk

Dalam model siklus manajemen pengetahuan terintegrasi (Dalkir: 2005) pengelolaan pengetahuan dibagi menjadi tiga tahapan, dimulai dari tahap pengambilan atau penciptaan pengetahuan. Kemudian mengarah pada penyebarluasan atau pembagian pengetahuan, dimana dalam proses transisi dari tahap pertama ke tahap yang kedua tersebut