Manajemen Kualitas Jasa
Halo
temen-temen kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kualitas jasa. Tau nggak
sih kalian apa sih pentingnya mempelajari ini Yup! Dengan ini kita bakal
memenuhi kepuasan dari para pengguna dan mendapat loyalitas oleh para pelanggan
kita. Mengapa kualitas perlu dipertahankan?
Karena kualitas merupakan satu ciri
yang menjadi ciri khas dan pembeda antar penyedia jasa jadi sebisa mungkin
kualitas menjadi perhatian yang penting guna mendapat pelanggan yang loyal.
Kualitas
jasa merupakan tingkat keunggulan (excellence yang diharapkan dan pengendalian
atas keunggulan untuk memenuhi keinginan pelanggan). Menurut Parasuraman, et
al. 1985 terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas jasa yaitu, (1) jasa yang
diharapkan dan (2) jasa yang dipersepsikan. Terdapat tiga jenis harapan
pelanggan, yakni :
1. Will
expectation : Tinkat kinerja yang diprediksi atau diperkirakan konsumen akan
diterimanya, berdasarkan semua informasi yang diketahuainya.
2. Should
expectation : Tinkat kinerja yang dianggap sudah sepantasnya diterima konsumen.
Biasanya tuntutan dari apa yang seharusnya diterima jauh lebih besar daripada
yang diperkirakan bakal diterima.
3. Ideal
expectation : Tinkat kinerja optimum atau terbaik yang diharapkan dapat
diterima konsumen.
Sedangkan
persepsi kualitas jasa sendiri merupakan hasil dari pelanggan mengevaluasi
kualitas layanan disediakan oleh suatu organisasi dengan membuat perbandingan
antara harapan dan persepsi mereka sepanjang lima dimensi tangibles, reliabilitas,
daya tanggap, jaminan, dan empati. Sementara organisasi harus berusaha untuk
memaksimalkan kualitas dengan melampaui harapan pelanggan tersebut.
Terdapat
enam kriteria kualitas jasa, diantaranya :
(1)
Professionalism and Skill. Pelanggan mendapati bahwa penyedia jasa, karyawan,
sistem operasioanl, dan sumber daya fisik, memiliki pengetahuan dan ketrampilan
yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah mereka secara professional.
(2)
Attitudes and Behavior. Pelanggan merasa bahwa karyawan jasa menaruh perhatian
besar pada mereka dan berusaha membantu memecahkan masalah secara spontan dan
ramah.
(3)
Accessibikity and Flexibility. Pelanggan merasa bahwa penyedia jasa, lokasi ,
jam operasi, karyawan dan sistem operasionalnya, dirancang dan dioperasikan
sedemikan rupa sehingga pelanggan dapat mengakses jasa tersebut dengan mudah.
Selain itu dirancang dengan maksud agar dapat menyesuaikan permintaan dan
keinginan pelanggan secara luwes.
(4)
Realibility and Trustworthiness. Pelanggan memahami bahwa apapun yang terjadi
atau telah disepakati, mereka bisa mengandalakan penyedia jasa beserta karyawan
dan sistemnya dalam memenuhi janji dan melakukan segala sesuatu dengan mengutamakan
kepentingan pelanggan.
(5)
Recovery. Pelanggan menyadari bahwa bila terjadi kesalahan atau sesuatu yang
tidak diharapkan dan tidak dapat diprediksi, maka penyedia jasa akan segera
mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi mencari solusi yang tepat.
(6)
Reputation and Credibility. Pelanggan menyakini bahwa operasi dari penyedia
jasa dapat dipercaya dan memberikan nilai/imbalan yang sepadan dengan biaya
yang dikeluarkan.

0 komentar:
Posting Komentar