Knowledge Sharing
Dalam
tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai knowledge sharing. Tahu kah
kalian bahwasannya kegiatan knowledge sharing ini merupakan kegiatan utama
dalam knowledge management, kegiatan knowledge sharing juga dapat digunakan
sebagai manifestasi budaya suatu perusahaan karena merupakan kegiatan utama
untuk menggerakkan kegiatan knowledge management dalam suatu organisasi. Pemenuhan
informasi dapat diperoleh dengan
mengirimkan, mendistribusikan, dan
mendiseminasikan pengetahuan dengan konteks multidimensi dari seorang atau
organisasi kepada orang atau organisasi lainnya yang membutuhkan melalui metode
dan media yang variatif yang disebut knowledge sharing. David Gurteen dalam
Yusup (2010) menjelaskan istilah knowledge sharing adalah suatu konsep yang
menggambarkan interaksi antar dua orang atau lebih, dalam bentuk proses
komunikasi yang bertujuan peningkatan dan pengembangan diri tiap anggotanya. Melalui
kegiatan berbagi pengetahuan tidak menutup kemungkinan untuk tercipta
pengetahuan baru sehingga menghasilkan inovasi baru. Definisi lain Knowledge
Sharing merupakan aktivitas pertukaran pengetahuan, seperti informasi,
keterampilan atau keahlian diantara individu, teman, keluarga,
komunitas/organisasi baik secara langsung atau sosial media seperti forum
online, email, blog, dan lain-lain (Yang & Lai, 2011)
Dalam
suatu perusahaan biasanya dibentuk sebuah cop atau community of practice dimana
cop ini merupakan suatu komunitas yang mengelola knowledge management dalam
suatu organisasi, cop juga merupakan komunitas yang terstruktur dimana memiliki
suatu tujuan atau bisa dikatakan bahwasannya cop merupakan sebuah komunitas
yang berisikan sekelompok orang yang memiliki keahlian sesuai bidangnya dan
saling berbagi pengetahuan tentang topik tertentu yang spesifik.
Dalam
Siklus KS menunjukkan adanya transfer pengetahuan dari individu yang satu ke
individu yang lain, pengetahuan tersebut dapat berasal dari dalam maupun luar
organisasi. Baik berupa pengetahuan tacit atau eksplisit. Tidak semua jenis
pengetahuan tacit dapat secara efektif dibagikan hanya dengan berdiskusi atau
ceramah. Karena sifat dari pengetahuan tacit memiliki 2 dimensi yaitu dimensi
kognitif dan dimensi teknis. Dimensi teknis tersebut memaksa setiap individu
yang ingin membagikan pengetahuannya harus disertai dengan kegiatan praktik. Terlebih
jika pengetahuan tacit tersebut merupakan pengetahuan yang berkaitan dengan
keterampilan/keahlian seseorang dalam melakukan suatu kegiatan.
Terdapat
factor-faktor yang mempengaruhi kegiatan knowledge sharing, yakni factor organisasional,
factor individu, dan factor teknis. Dalam knowledge sharing juga terdapat
kegiatan supply of new knowledge dan demand of new knowledge yang harus
dipenuhi keduanya, dengan kata lain bahwasannya proses knowledge sharing ini
harus ada kesepakatan antara pemberi pengetahuan dengan penerima pengetahuan
atau antara individu satu dengan yang lain.

0 komentar:
Posting Komentar