Knowledge Transfer
Knowledge
Transfer merupakan berbagi pengetahuan dan informasi antara anggota yang
berpartisipasi. Kriteria untuk penyelesaian transfer pengetahuan tergantung
pada karakteristik pihak yang terlibat sebagai sumber dan penerima (Chang,
Gong, & Peng, 2012). Pengetahuan yang diperoleh adalah informasi yang
dikumpulkan dari organisasi, sedangkan knowledge transfer merupakan proses
dimana pengetahuan dan informasi ditransmisikan dari sumber sehingga penerima
memperolehnya dan menggunakannya dengan sesuai. Ko et al., (2005). Martin dan
Salomon (2003) menyimpulkan bahwa pihak yang mentransfer pengetahuan harus
memiliki pengetahuan yang luas agar dapat memprosesnya secara efektif. García
Álvarez (2015) juga berempati bahwa tingkat pengetahuan merupakan sumber
penting yang mempengaruhi proses transfer pengetahuan dalam suatu organisasi.
Ju et.al (2016) melaporkan bahwa proses knowledge transfer yang sukses
tergantung pada kepemilikan pengetahuan yang relevan. Dengan demikian knowledge
transfer yang efektif tergantung pada pengetahuan yang diperoleh individu. Ada
beberapa hal yang menjadi faktor terbentuknya
knowledge transfer (Noor Alia Hanim Mohamad Hassan, 2017 ) antara lain
1. Social and Culture Values / Nilai
sosial dan budaya
Organisasi
harus memeriksa nilai-nilai sosial dan budaya, motivasi dan kemauan untuk
berbagi pengetahuan melalui individu dan tim sangat penting untuk memfasilitasi
kepercayaan (Gera, 2012) dalam (Noor Alia Hanim Mohamad Hassan, 2017 ) hal
tersebut penting adanya untuk memberikan suatu kepercayaan kepada para pengguna
dalam suatu organisasi tersebut. Transfer pengetahuan juga dipengaruhi oleh
budaya yang dimiliki oleh setiap individu dan lingkungan organisasi diciptakan
untuk mempromosikan transfer pengetahuan di mana ia menjadi bagian dari sistem
organisasi (Nicolopoulou, 2011) dalam (Noor Alia Hanim Mohamad Hassan, 2017 ),
maka perbedaannya dalam keyakinan, nilai-nilai dan praktik-praktik antara
transferor dan penerima transfer dapat menciptakan hambatan transfer
pengetahuan kecuali mereka diidentifikasi dan diselaraskan. Budaya akan
mempengaruhi transfer pengetahuan karena
memiliki kepercayaan dan budaya yang berbeda. Mereka akan melakukan cara
mereka sendiri untuk menangkap informasi atau pengetahuan. Ini terjadi bukan
karena tidak memercayai orang lain tetapi lebih pada tepatnya dalam berbagi dan
mentransfer informasi.
2. Technology
Teknologi yang berkembang saat ini
mempengaruhi sebuah transfer pengetahuan oleh beberapa alat komunikasi atau
saluran yang didirikan oleh organisasi untuk meningkatkan praktik yang lebih
baik dengan tujuan menambah nilai strategis proses kerja. Seiring perkembangan
teknologi, begitu pula proses pengetahuan pemindahan yang terjadi di mana salah
satu faktor utama dalam membangun praktik. Dalam penggunaan alat komunikasi dan
media seperti e-mail, sistem penyimpanan cloud, pesan singkat sistem, telepon
dan infrastruktur jaringan dipandang sebagai sistem pendukung untuk transfer
pengetahuan, terutama dalam organisasi. Dengan adanya sistem ICT yyang
bervariasi dari yang paling sederhana teknologi seperti suara melalui telepon
ke teknologi yang lebih maju seperti pengetahuan portal atau ruang kerja
virtual kolaboratif. Dalam hal ini, bahkan dalam organisasi seperti RMP ( Risk
Management Plan ) dan sektor teknik membutuhkan jenis ini teknologi untuk
memastikan transfer pengetahuan dapat dilakukan dengan benar dan menanggulangi
adanya resiko yang tidak diinginkan.
3. Languange
Bahasa juga mempengaruhi sebuah
implementasi dari knowledge transfer ini terutama di kalangan individu. Melalui
bahasa yang dimiliki bersama di antara individu, itu dapat memfasilitasi dan
memotivasi transfer pengetahuan serta menciptakan proses pengaruh sosial yang
positif (Blumenberg, Wagner dan Beimborn, 2009) dalam (Noor Alia Hanim Mohamad
Hassan, 2017 ). Perbedaan bahasa dapat mempengaruhi proses transfer karena
harus efektif dan efisien sebagai keterampilan komunikasi (Gonzalez dan
Chakraborty, 2014) dalam (Noor Alia Hanim Mohamad Hassan, 2017 ). Bahasa sangat
penting karena akan membuat pihak lain merasa mudah atau senang dalam
berkomunikasi. Dalam hal ini, itu menunjukkan bahasa adalah salah satu elemen
untuk membuat transfer pengetahuan terjadi dengan baik.
4. Trust / Relationship
Adanya kepercayaan antara
pihak-pihak atau di dalam organisasi untuk mengimplementasikan transfer
pengetahuan ini. Efektivitas transfer pengetahuan juga dipengaruhi oleh
kapasitas dua pihak dalam mengimplementasikan proses yang terdiri dari
transferor dan penerima transfer, maka dari itu dibutuhkan tingkat kepercayaan
tertentu dalam memberi dan menyampaikan pengetahuan yang dimiliki orang lain
Gonzalez dan Chakraborty (2014) dalam (Noor Alia Hanim Mohamad Hassan, 2017 ),
kepercayaan terutama berperan dalam mendorong individu untuk mentransfer
pengetahuan. Sikap yang diarahkan pada organisasi mempengaruhi motivasi untuk
berbagi pengetahuan dengan orang lain. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar
faktor berasal dari individu yang memainkan peran utama dalam
mengimplementasikan knowledge transfer di samping lingkungan yang termotivasi
dengan baik dan proses yang telah digariskan sebagai faktor kontribusi.
Yang
membedakan knowledge transfer dengan knowledge sharing adalah knowledge transfer
jika diartikan hampir memiliki arti yang sama dengan knowledge sharing yaitu
penyebaran pengetahuan. Namun, terdapat perbedaan yang mendasar dalam konsepnya
yaitu Knowledge sharing dan knowledge transfer yaitu knowledge sharing lebih
mengacu pada berbagi pengetahuan dengan individu maupun organisasi. Knowledge
sharing hanya sebatas berbagi pengetahuan mengenai sesuatu hal yang kita
ketahui saja, misalnya seperti diskusi antar teman. Sedangkan Knowledge
transfer lebih mengacu pada pemindahan pengetahuan, dimana seseorang yang
memberikan pengetahuan tersebut mempunyai keahlian khusus dalam bidang yang
sudah ia kuasai (expert). Namun, pada dasarnya knowledge sharing dan knowledge
transfer sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memberikan manfaat
bagi individu maupun organisasi.

0 komentar:
Posting Komentar