Pengambilan Keputusan dan Pemecahan Masalah dalam Total quality management
Tau nggak kalian apa itu pengambilan keputusan di
dalam tqm? Jadi pengambilan keputusan yaitu suatu proses yang digunakan untuk
memilih suatu tindakan sebagai bentuk pemecahan masalah. Proses pengambilan
keputusan dapat dilakukan dengan beberapa langkah seperti :
- menetukan masalah,
- menentukan batasan,
- mengembangkan alternatif jawaban,
- menganalisis setiap alternatif,
- memilih alternatif,
- melaksanakan keputusan,
- memastikan
sistem kontrol dan evaluasi atas keputusan.
Nah,
proses pengambilan keputusan ini tidak serta-merta diambil secara individu
misalnya yang mengambil keputusan hanya seorang pemimpin atau bos, bukan ya! Namun
pengambilan keputusan ini melibatkan banyak orang sehingga diharapkan dapat
memberikan pertimbangan yang berbeda untuk bisa diputuskan secara matang. Pemilihan
alternatif juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menentukan pro
dan kontra, melakukan analisis untung-rugi atas setiap pilihan,
mempertimbangkan kemungkinan yang dapat terjadi, efektivitas, dan konsekuensi
akan dampak secara finansial dan nonfinansial bagi organisasi.
Terdapat
beberapa alternative dalam pengambilan keputusan, yakni :
1. Keputusan
terprogram – pengambilan keputusan dijalankan secara rutin atau yang sering
terjadi tanpa ada suatu persoalan yang bersifat susah untuk dipecahkan.
2. Keputusan
tidak terprogram – pengambilan keputusan yang terjadi pada situasi yang dirasa
mendadak dan memiliki konsekuensi penting bagi suatu organisasi sehingga
keputusan ini muncul begitu saja tanpa terencana.
Pencegahan
dan pemecahan masalah dibutuhkan untuk mencapai perbaikan mutu pada suatu
instansi atau organisasi. Dan terdapat beberapa teknik atau alat yang digunakan
untuk dilakukan jika suatu organisasi atau instansi tersebut memiliki masalah.
Antara lain (Edward, Sallis. 2012) :
1.
Brainstorming ( Team work/Kerja tim )
Merupakan
teknik partisipasi yang mengupayakan pemecahan masalah dengan mengumpulkan
gagasan dan pendapat secara langsung atau spontan dari anggota tim.
2.
Afinitas Jaringan Kerja
Merupakan
teknik yang digunakan apabila ada tuntutan untuk pengelompokan ide atau isu-
isu yang luas dan perlu dikategorikan.
3.
Diagram Isikhawa ( Diagram tulang ikan/fishbone )
Teknik
yang menganjurkan tim untuk mengelompokkan seluruh faktor penyebab terjadinya
masalah pada hasil yang diinginkan.
4.
Analisis Kekuatan Lapangan
adalah
alat yang berguna untuk mempelajari situasi yang membutuhkan perubahan.
5.
Pemetaan Proses
Teknik
ini digunakan untuk meyakinkan suatu institusi bahwa institusi tersebut mengetahui
siapa pelangganya dan mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan.
6.
Flowchart
Merupakan
alat yang penting untuk digunakan jika sebuah masalah memerlukan suatu
pendekatan yang sistematis.
7.
Grafik Pareto
Adalah
grafik yang menunjukkan masalah berdasarkan urutan banyaknya jumlah kejadian.
8.
Standarisasi
Adalah
usaha menetapkan standart yang digunakan untuk mengukur prestasi dengan
melibatkan evaluasi terhadap produk serupa yang dihasilkan industri.
9.
Pemetaan Jalur Karir
Merupakan
penyampaian penilaian kompetensi dalam rangka mengetahui masing masing
karakteristik mutu dan standart yang akan ditetapkan.
Dalam
pengambilan keputusan yang melibatkan karyawan di dalamnya maka hal ini
memiliki dmapak yang baik bagi karyawan itu sendiri, antara lain : menumbuhkan
kreativitas karyawan, meningkatkan rasa tanggung jawan pada perusahaan,
pencapaian target kerja semakin cepat, mempererat hubungan antar karyawan, dan
karyawan merasa ikut terlibat hal mendalam pada suatu organisasi.

0 komentar:
Posting Komentar